Popular Posts
-
PRINSIP BEBAS NILAI DAN TERIKAT NILAI DALAM ILMU Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah: Filsafat Ilmu Dosen Pengampu: Ali Usm...
-
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah : Kimia Pemisahan Dosen Pengampu: Artanti Melly, M.Sc Disusun oleh: 1. Afifah...
-
Teori Kuantum Max Planck Max Planck , ahli fisika dari Jerman, pada tahun 1900 mengemukakan teori kuantum. Planck menyimpulkan bahwa atom-a...
-
Etika adalah pembahasan mengenai baik ( good ), buruk ( bad ), semestinya ( ought to ), benar ( right ), dan salah ( wrong ). Yang paling...
-
ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN PROGRAM ITEMAN Das Salirawati ITEMAN merupakan program komputer yang digunakan untuk menganalisis butir soal ...
Blogger templates
Blogger news
Labels
- cerpen (10)
- Chemistry Educatation (15)
- Education (5)
- Magazine (87)
- Puisi (16)
- Wisata Kuliner (43)
Blogroll
About
Blog Archive
Pages
Pengikut
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Januari 2012
Malam ini menghantarkan tidurku
Dalam kesunyian ini, ku pandang dinding kamar…
Apa??
Hanya ada bayanganmu
Apa kamu di situ, apa kamu disitu
Jangan ganggu tidurku, lupa-lupa…
Aku telah lupa padamu
Itu hanya masa lalu..
Aku tak ingin dan tak ingin yang lalu
Akan mimpi lagi,
Ini hanya sebuah mimpi
Menggetarkan malam yang semakin ngantuuk
Tapi kenapa kau selalu masuk dalam tidurku
Jangan ganggu aku
Jangan ingatkan aku padamu
Itu hanya masa lalu
Label:
Puisi
|
0
komentar
Dari jauh kau adalah ada di hati ku
Dari dekat ku ingin memilikimu
Aku selalu terpaku bila bertemu dengan mu
Apa salah ku
Kenapa getaran darah ini meluluhkan jantungku
Walau hati ini selalu memagai jantung ketika bergetar
Selalu begitu dan mungkin sudah mengakar
Jauh hati ini terbakar
Jauh membara ketika engkau bersama yang lain
Tapi ini tidak mungkin
Kamu terlalu baik untuk darah merah ini
Dan sepertinya tak mungkin ku miliki
Dikala nanti ku berani pas kamu kan ku dekati
Dan ku lepas hati ini agar membebaskan getaran jantung ini
Menjadi sebuah kunci
Aga bisa ku miliki
kamu
Label:
Puisi
|
0
komentar
Rabu, 21 Desember 2011
ku lewati cerita bersamamu..
ta ku sangka itu hanya semu..
kau jadikan aku sbagai plampiasan cintamu..
Ku sadar aku takan pernah bisa ..
takan bisa bahagiakan dirimu..
ta dapat Ku mengerti apa yang kau mau..
Tawamu masih ku kenang,,
takan pernah hilang..
Karna cintaku hanya dirimu satu..
ta ku sangka itu hanya semu..
kau jadikan aku sbagai plampiasan cintamu..
Ku sadar aku takan pernah bisa ..
takan bisa bahagiakan dirimu..
ta dapat Ku mengerti apa yang kau mau..
Tawamu masih ku kenang,,
takan pernah hilang..
Karna cintaku hanya dirimu satu..
Label:
Puisi
|
0
komentar
Cinta yang hadir saat engkau mulai..........
Mulai belajar arti sebuah pengorbanan.........
Belajar untuk memahami segala kekurangan..........
Pahami akan keikhlasan dan rasa bersyukur........
Cinta yang siap berkorban..........
Cinta yang siap menerima.........
Cinta yang siap bertarung........
Cinta yang siap sedih.....
Cinta yang siap berharap.........
Cinta yang siap berfikir..........
Saat datang dan tersadar akan suatu pilihan.........
Siap menerima itu bukan sekedar keindahan...........
Berkorban tuk mempertaruhkan jiwa raga.......
Berkorban tuk taruhkan kehidupan...........
Saat engkau berikrar dan bersaksi...........
Bersaksi diseluruh alam ini..........
Bahwa dia adalah bagian dari dirimu..........
Bahwa dia adalah bagian hidupmu........
Menerima cinta dan kasihnya...........
Menerima segala kekurangannya.........
Mengukir makna hidup dalam arti nyata......
Menerima dia sebagai istri/suami tercinta........
Mulai belajar arti sebuah pengorbanan.........
Belajar untuk memahami segala kekurangan..........
Pahami akan keikhlasan dan rasa bersyukur........
Cinta yang siap berkorban..........
Cinta yang siap menerima.........
Cinta yang siap bertarung........
Cinta yang siap sedih.....
Cinta yang siap berharap.........
Cinta yang siap berfikir..........
Saat datang dan tersadar akan suatu pilihan.........
Siap menerima itu bukan sekedar keindahan...........
Berkorban tuk mempertaruhkan jiwa raga.......
Berkorban tuk taruhkan kehidupan...........
Saat engkau berikrar dan bersaksi...........
Bersaksi diseluruh alam ini..........
Bahwa dia adalah bagian dari dirimu..........
Bahwa dia adalah bagian hidupmu........
Menerima cinta dan kasihnya...........
Menerima segala kekurangannya.........
Mengukir makna hidup dalam arti nyata......
Menerima dia sebagai istri/suami tercinta........
Label:
Puisi
|
0
komentar
Dgan sdikit terkoyak hati ini meronta….
Saat bunda bercrita ttg smua masa lalu…
Terlalu sakit,,,
terlalu pedih,,,
adakah pnyejuk jiwaku?
Adakah penentram hatiku?
Dg te2san air mata, bunda menenangknku agr tegar…
Tak kuasa aq melihat air mata bunda,,lalu ku bilang i2 hnyalah masa lalu dan aq bisa tegar.
Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkn kakiku meninggalkn bunda yg msh terisak..
Aq menuju kamar,kuluapkn kesedhanku,khancuran hatiku,, oh Tuhan knpa dunia trlalu kejam seperti ini.
Yg kukira ayah yg bersamaku i2 adlh ayah kandungku.. Tp trnyta,,,,aq bukan anakny dan tak ada satu orgpun tau siapa ayahku …..
Hati ini pilu,, kejujuran yg menyakitkan….
Seakan aq tidak bisa menerima knytaan yg sperti ini…
Saat bunda bercrita ttg smua masa lalu…
Terlalu sakit,,,
terlalu pedih,,,
adakah pnyejuk jiwaku?
Adakah penentram hatiku?
Dg te2san air mata, bunda menenangknku agr tegar…
Tak kuasa aq melihat air mata bunda,,lalu ku bilang i2 hnyalah masa lalu dan aq bisa tegar.
Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkn kakiku meninggalkn bunda yg msh terisak..
Aq menuju kamar,kuluapkn kesedhanku,khancuran hatiku,, oh Tuhan knpa dunia trlalu kejam seperti ini.
Yg kukira ayah yg bersamaku i2 adlh ayah kandungku.. Tp trnyta,,,,aq bukan anakny dan tak ada satu orgpun tau siapa ayahku …..
Hati ini pilu,, kejujuran yg menyakitkan….
Seakan aq tidak bisa menerima knytaan yg sperti ini…
Label:
Puisi
|
0
komentar
Begitu indah, begitu rupawan
Begitu lincah, begitu ceria
Kau hadir menyempurnakan hidupku
Kau datang membawa semangat baru
Walau kadang tangismu membawa kecemasan
Tapi tawamu memecahkan kesunyianku
Kuhujani kau dengan cinta
Kuhangatkan kau dengan peluk dan kasih sayang
Terima kasih buah hatiku
Kau t’lah berikan warna dalam hidupku
Kebahagiaan seperti ini
Kebahagiaan memilikimu…
Begitu lincah, begitu ceria
Kau hadir menyempurnakan hidupku
Kau datang membawa semangat baru
Walau kadang tangismu membawa kecemasan
Tapi tawamu memecahkan kesunyianku
Kuhujani kau dengan cinta
Kuhangatkan kau dengan peluk dan kasih sayang
Terima kasih buah hatiku
Kau t’lah berikan warna dalam hidupku
Kebahagiaan seperti ini
Kebahagiaan memilikimu…
Label:
Puisi
|
0
komentar
Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
Label:
Puisi
|
1 komentar
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Label:
Puisi
|
0
komentar
Kamis, 15 Desember 2011
The First
Apa itu strap?
Love is a London underground tram route
They say love is beautiful…?
Love the beautiful is our love to the harmony
But is not love too painful?
Love hurts for those who can not keep balance
Do you believe in perfection and purity of love?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Have you ever fallen in love?
That's a rhetorical
What matters most happiness from love?
When you know that your love is in harmony
What's the saddest thing of love?
Hmm…when you know that the person you love is at the edge while you can not apa2 to bring it back into balance…
So who are you actually?
I was just a young poet who had just started looking for a simple meaning of the complexity of love.
Apa itu strap?
Love is a London underground tram route
They say love is beautiful…?
Love the beautiful is our love to the harmony
But is not love too painful?
Love hurts for those who can not keep balance
Do you believe in perfection and purity of love?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Have you ever fallen in love?
That's a rhetorical
What matters most happiness from love?
When you know that your love is in harmony
What's the saddest thing of love?
Hmm…when you know that the person you love is at the edge while you can not apa2 to bring it back into balance…
So who are you actually?
I was just a young poet who had just started looking for a simple meaning of the complexity of love.
Label:
Puisi
|
0
komentar
Bulan tak juga penuhi
Malam itu sinar bulan tak menyapanya
Namun tak sesunyi malam
Gemerisik bunga mawar
Memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian ibunda
Yang telah tiada
Tak ada lagi selain malam
Yang ia inginkan
Meski tak berbulan
Ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan
Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga
Hanya untuknya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuknya
Saat tersenyum mekarnya kala pagi
Takkan ada yang mengganti
Kala terbangun mawar itu pun tersenyum
Dengan merahnya yang indah
Monoton….
Inilah hidupnya….
Meski darah tetap tertetes
Saat ia di dekatnya
Hanya mawar itu…
Hanya merah itu…
Ia dapatkan indahnya hidup ini
Malam itu sinar bulan tak menyapanya
Namun tak sesunyi malam
Gemerisik bunga mawar
Memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian ibunda
Yang telah tiada
Tak ada lagi selain malam
Yang ia inginkan
Meski tak berbulan
Ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan
Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga
Hanya untuknya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuknya
Saat tersenyum mekarnya kala pagi
Takkan ada yang mengganti
Kala terbangun mawar itu pun tersenyum
Dengan merahnya yang indah
Monoton….
Inilah hidupnya….
Meski darah tetap tertetes
Saat ia di dekatnya
Hanya mawar itu…
Hanya merah itu…
Ia dapatkan indahnya hidup ini
Label:
Puisi
|
0
komentar
entah apakah diriku
apakah bentukku
ingin aku terbebas
dari kesendirian
menemukan dunia baru
yang mengerti diriku
ingin ku buka mata ini
dan melihat kenyataan
dan tidak terbangun
dalam mimpi tentang dunia indahku
ingin ku jadikan mimpiku
sebuah kenyataan
jadi sekali lagi aku bertanya pada diriku
siapakah aku
dan dimana duniaku
apakah bentukku
ingin aku terbebas
dari kesendirian
menemukan dunia baru
yang mengerti diriku
ingin ku buka mata ini
dan melihat kenyataan
dan tidak terbangun
dalam mimpi tentang dunia indahku
ingin ku jadikan mimpiku
sebuah kenyataan
jadi sekali lagi aku bertanya pada diriku
siapakah aku
dan dimana duniaku
Label:
Puisi
|
0
komentar
terhenyak ku dari sesakku
terpancar sinar kebahagiaan dan harapan
terbungkus menjadi warna warni keindahan
siluet harmonisasi keseimbangan yang takkan mampu kuhilangkan
semua
sempurna
kehadirannya
kehangatannya
pesonanya
belenggunya
aku terpaku
ta kuhiraukan onak duri yang ada didepanku
kau
kutelusuri lekuk bibirmu
senyummu
terpajang dengan misteri
lekuk tubuhmu kutelusuri
memeluk erat ragaku
melumatkan segala gundahku
waktu
berhenti
ahhh
aku ta tahan menahan dirinya
semuamu sudah terpajang erat di kalbu
alam memahami
memberi lembut sapuan sang bayu
menerpa kulitku dan mu
langit mengirimkan nyanyian surgawi
lembut seiring degup jantungku yang semakin cepat
ahhh
kutelusuri lekukmu
tiada bosan
kau telusuri lekukku
dalam waktu yang seolah tertegun melihatnya
bercampur dengan aroma kasih
mentariku
bersinarlah selalu
beri ku kehangatan
dalam pelukmu
selalu
terpancar sinar kebahagiaan dan harapan
terbungkus menjadi warna warni keindahan
siluet harmonisasi keseimbangan yang takkan mampu kuhilangkan
semua
sempurna
kehadirannya
kehangatannya
pesonanya
belenggunya
aku terpaku
ta kuhiraukan onak duri yang ada didepanku
kau
kutelusuri lekuk bibirmu
senyummu
terpajang dengan misteri
lekuk tubuhmu kutelusuri
memeluk erat ragaku
melumatkan segala gundahku
waktu
berhenti
ahhh
aku ta tahan menahan dirinya
semuamu sudah terpajang erat di kalbu
alam memahami
memberi lembut sapuan sang bayu
menerpa kulitku dan mu
langit mengirimkan nyanyian surgawi
lembut seiring degup jantungku yang semakin cepat
ahhh
kutelusuri lekukmu
tiada bosan
kau telusuri lekukku
dalam waktu yang seolah tertegun melihatnya
bercampur dengan aroma kasih
mentariku
bersinarlah selalu
beri ku kehangatan
dalam pelukmu
selalu
Label:
Puisi
|
0
komentar
Yang Pertama
Apa itu cinta?
Cinta itu adalah rute trem bawah tanah London
Mereka bilang cinta itu indah…?
Cinta yang indah hanyalah kecintaan kita kepada keharmonisan
Tetapi bukankah cinta juga menyakitkan?
Cinta menyakitkan bagi mereka yang tidak bisa menjaga keseimbangan
Apa kau percaya pada kesempurnaan dan kemurnian cinta?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Apa kau pernah jatuh cinta?
Itu retoris
Apa hal yang paling membahagiakan dari cinta?
Saat kau mengetahui bahwa cintamu berada dalam keharmonisan
Apa hal yang paling menyedihkan dari cinta?
Hmm…ketika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai berada di tepian sementara kau tidak bisa apa2 untuk membawanya kembali ke keseimbangan…
Lantas siapa kau sebenarnya?
Aku hanyalah seorang pujangga muda yang baru saja mulai mencari makna sederhana dari rumitnya cinta.
Apa itu cinta?
Cinta itu adalah rute trem bawah tanah London
Mereka bilang cinta itu indah…?
Cinta yang indah hanyalah kecintaan kita kepada keharmonisan
Tetapi bukankah cinta juga menyakitkan?
Cinta menyakitkan bagi mereka yang tidak bisa menjaga keseimbangan
Apa kau percaya pada kesempurnaan dan kemurnian cinta?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Apa kau pernah jatuh cinta?
Itu retoris
Apa hal yang paling membahagiakan dari cinta?
Saat kau mengetahui bahwa cintamu berada dalam keharmonisan
Apa hal yang paling menyedihkan dari cinta?
Hmm…ketika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai berada di tepian sementara kau tidak bisa apa2 untuk membawanya kembali ke keseimbangan…
Lantas siapa kau sebenarnya?
Aku hanyalah seorang pujangga muda yang baru saja mulai mencari makna sederhana dari rumitnya cinta.
Label:
Puisi
|
0
komentar
Rabu, 14 Desember 2011
Tak mau mengalah berjalan dari trotoar kehidupan
Akankah ini selalu terjadi
Akankah ini akan terjadi lagi
Selalu selalu maunya menang sendiri
Seperti sebuah kendali diri yang terbuang jauh di neraka
Itulah keinginan setiap orang maunya “sak udele dewe”
Trotoar semakin lebar kalau seperti ini
Peluang semakin di depan mata
Hanya ada satu, aku, kamu, atau mereka.
Label:
Puisi
|
0
komentar
Sebuah kegelisahan yang ada pada seorang dalam kotak kecil
Menyeru tidak bisa menyelesaikan masalah
Curhatan-curhatan hati telah lama tidak dicurahkan
Karena tidak menemukan orang yang tepat saja untuk menjaga rahasia suci ini
Makin banyak lagi cerita yang di buat semakin banyak pula rahasia suci
Apa guna seorang teman tetapi rahasia suci tidak aman
Apa guna sesorang bila selalu diteruskan hingga tak jelas
Tapi,,
Esok kan ketika cerita ini telah usai
Akan datang hari suatu kerahasian dalam sebuah cerita yang konon mustahil
Telah terbongkar juga.
Label:
Puisi
|
0
komentar
Semua yang aku rasakan kan slalu kusimpan
Sebuah kenangan indah ketika bersama aku dan kamu
Kata orang sastra seperti cerpen yang berjalan
Berjalan dalam gelap maupun terang
Dan esok yang ku bikin sebuah novel
Kucinta kamu
Walaupun itu hanya masa lalu
Kamu cinta aku
Walaupun itu sebuah kenangan
Maafkan aku karena ku lakukan ini demi kebaikanmu
Ku ingin kau sukses dulu belajar di negeri orang
Dan ku ingin tak mengganggumu dulu
Sekali lagi maafkan, bukan maksudku tak sayang kamu
Dan aku selalu merindukanmu
Label:
Puisi
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)