Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Labels

Blogroll

About

Pages

Pengikut

Jumat, 20 Januari 2012
Bahan : 
50 gr tepung sagu 
35 gr daging ikan gabus segar, dihaluskan 
2 butir telur ayam kampung, kocok hingga mengembang 
Garam secukupnya 
Gula stevia secukupnya 

Cara : 
Semua bahan dijadikan satu dan aduk rata. 
Adonan dibentuk sesuai selera. 
Goreng dengan minyak sayur dengan api sangat kecil, dari minyak belum panas
hingga panas. 

Catatan : 
Jika gula stevia tidak ada, gunakan gula biasa, jangan banyak. 

Khasiat : 
Menambah energi 
Meningkatkan stamina, kreativitas 
Menstimulasi system imun 
Mencegah anemia, dll 

Resep Prof. Hembing
(ket : resep telah diuji coba di dapur bunda Ani, hasilnya memuaskan..)

Bahan:
2 ekor (600 gram) ikan tongkol pindang, potong2 4 cm
minyak untuk menggoreng
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa parut
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 cm lengkuas, memarkan
10 buah cabai rawit, buang tangkainya
2 buah tomat, potong-potong

Haluskan:
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
4 buah cabai merah
1,5 sdm gula merah
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Goreng ikan tongkol pindang sampai matang dan agak kering. Angkat, tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas, dan 
cabai rawit sampai harum.
3. Masukkan potongan tomat dan ikan goreng, aduk sampai tomat layu.
4. Tuangkan santan, masak sampai santan mengental dan semua bahan matang.
5. Angkat, sajikan segera.
Untuk 6 orang.

(Catatan : dalam praktekkan, setelah digoreng, saya lepaskan smeua duri 
ikan dari dagingnya, untuk memudahkan sewaktu menyantapnya).
Bahan:
1 ekor (kl 750 gr) ikan mas
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
daun pisang untuk membungkus
1 buah mangga muda (kl 300 gram)
3 sdm minyak goreng

Bumbu dihaluskan:
10 buah cabai merah , buang bijinya
6 buah bawang merah
6 biji kemiri
2 siung bawang putih
1 ruas jari lengkuas
1/2 sdt terasi bakar
1 sdt gula pasir
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Bersihkan ikan mas, biarkan utuh, gurat-gurat. Lumuri dengan air jeruk 
nipis dan garam, biarkan meresap kl 10 menit.
2. Bersihkan mangga, ambil daging buahnya saja. Iris tipis serong atau bisa 
juga diparut kasar. Sisihkan.
3. Setelah bumbu dihaluskan, campur dengan minyak goreng dan mangga, aduk 
sampai merata.
4. Siapkan daun pisang. Letakkan sebagian mangga berbumbu, kemudian 
letakkan ikan mas dan lapisi lagi dengan sisa mangga berbumbu. Gulung dan 
semat kedua ujungnya dengan lidi.
5. Kukus sampai matang, kl 1 jam. sebelum dihidangkan, panggang lebih dulu 
kl 1/2 jam, sambil sekali2 di balik.
Steak Ikan Nusantara

Bahan:
4 potong ikan salmon/ tengiri
1/2 buah jeruk nipis, ambil airnya
100 gr margarin, campur dengan 50 gr butter
2 buah wortel
50 gr buncis
3 buah kentang
50 gr kacang polong
1 batang seledari, cincang halus
500 gr tomat, buat sari tomat dengan 1 1/2 gelas airnya.
1 sdm saus tomat
1 lb daun salam
minyak goreng secukupnya
garam dna gula pasir secukupnya

Bumbu dihaluskan:
3 siung bawang putih
6 buah cabai merah, buang bijinya
5 buah bawang merah
1 ruas jari jahe

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis, biarkan kl 15 menit 
sampai meresap.
2. Panaskan margarin yang telah dicampur dengan butter. Goreng ikan dengan 
derajat kematangan sesuai selera (setengah matang, matang atau matang 
kering). Angkat, sisihkan.
3. Bersihkan wortel, buncis, kacang polong dan kentang. Masing2 potong2 
kecil panjang dan rebus sampai matang. Kecuali kacang polong, tdk dipotong. 
Tiriskan.
4. Kemudian sayuran ini ditumis dengan sedikit margarin, gula dan garam 
serta daun seledri cincang. Angkat dan sisihkan.
5. Panaskan 4-5 sdm minyak goreng. Tumis bumbu yang telah dihaluskan, 
salam, garam dan gula secukupnya, hingga harum baunya.
Masukkan saus tomat, sari buah tomat, aduk hingga rata. Setelah mendidih 
dan rasa sesuai selera, angkat dan sisihkan.
6. Hidangkan steak ikan dengan wortel, buncis, kacang polong, kentang dan 
sausnya. 
Senin, 16 Januari 2012
  Etika adalah pembahasan mengenai baik (good), buruk (bad), semestinya (ought to), benar (right), dan salah (wrong). Yang paling menonjol adalah tentang baik atau good dan teori tentang kewajiban (obligation). Keduanya bertalian dengan hati nurani. Bernaung di bawah filsafat moral . Etika merupakan tatanan konsep yang melahirkan kewajiban itu, dengan argumen bahwa kalau sesuatu tidak dijalankan berarti akan mendatangkan bencana atau keburukan bagi manusia. Oleh karena itu, etika pada dasarnya adalah seperangkat kewajiban-kewajiban tentang kebaikan (good) yang pelaksananya (executor) tidak ditunjuk. Executor-nya menjadi jelas ketika sang subyek berhadap opsi baik atau buruk—yang baik itulah materi kewajiban ekskutor dalam situasi ini.
·         Ada dua kelompok yang memandang hubungan antara ilmu dan moral. Kelompok pertama, memandang bahwa ilmu itu harus bersifat netral, bebas dari nilai-nilai ontologi dan aksiologi. Dalam hal ini, fungsi ilmuwan adalah menemukan pengetahuan selanjutnya terserah kepada orang lain untuk mempergunakan untuk tujuan baik atau buruk. Kelompok pertama ini ingin melanjutkan tradisi kenetralannya secara total seperti pada waktu Galileo. Kelompok kedua, berpendapat bahwa kenetralan terhadap nilai hanyalah terbatas pada metafisik keilmuan, sedangkan dalam penggunaannya, bahkan pemilihan obyek penelitian, kegiatan keilmuan harus berlandaskan asas-asas moral. Hal ini ditegaskan oleh Charles Darwin bahwa kesadaran kita akan moral dalam penggunakan ilmu kita sejogyanya menggunakan pikiran kita .
·         Analisa perkembangan selanjutnya dengan apa yang sudah terjadi, kelompok yang mengedepankan nilai moral mengkhawatrirkan terjadinya de-humanisasi, di mana martabat manusia menjadi lebih rendah, manusia akan dijadikan obyek aplikasi teknologi kelimuan. Hal ini berkaitan peristiwa yang terjadi selama ini, yaitu : (1) Secara faktual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia yang dibuktikan dengan adanya Perang Dunia II. (2) Ilmu telah berkembang dengan pesat dan sangat esoterik (hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja) sehingga kaum ilmuwan lebih mengetahui ekses-ekses yang mungkin terjadi bila terjadi penyalahgunaan. (3) Ilmu telah berkembang sedemikian rupa dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaannya yang paling hakiki seperti pada revolusi genetika dan teknik perubahan sosial.
[Disarikan oleh Ali Usman, S.Fil.I, M.S.I]
Minggu, 15 Januari 2012
Malam ini menghantarkan tidurku
Dalam kesunyian ini, ku pandang dinding kamar…
Apa??
Hanya ada bayanganmu
Apa kamu di situ, apa kamu disitu
Jangan ganggu tidurku, lupa-lupa…
Aku telah lupa padamu
Itu hanya masa lalu..
Aku tak ingin dan tak ingin yang lalu
Akan mimpi lagi,
Ini hanya sebuah mimpi
Menggetarkan malam yang semakin ngantuuk
Tapi kenapa kau selalu masuk dalam tidurku
Jangan ganggu aku
Jangan ingatkan aku padamu
Itu hanya masa lalu